Tampilkan postingan dengan label lain-lain. Tampilkan semua postingan
DON’T JUDGE A BOOK BY IT’S COVER
Pernah mendengar ungkapan ini? Ungkapan ini jika
diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia kira-kira memiliki arti “ jangan menilai buku dari sampulnya”. Ungkapan
tersebut sudah tidak relevan lagi digunakan di era globalisasi ini. mengapa? beikut ulasannya.
sampul pada sebuah buku mencerminkan isi pada buku. Tidak semuanya, mungkin saja sampul pada buku tersebut menggambarkan isi buku secara umum ( general ) atau bahkan hanya sebagian kecil dari apa yang ada dibuku tersebut.biasanya, buku-buku non fiksi seperti novel memberikan judul yang menurut saya sama sekali tidak nyambung dengan isi, tema cerita tersebut. walau begitu, saya tetap bersikeras untuk menilai buku dari sampulnya.
berikut beberapa kasus yang "manfaat" menilai buku dari sampulnya.
contoh kasus:
contoh kasus:
kasus #1:
seorang ayah mengajak anaknya yang berumur 6 tahun ke toko buku. ia melihat 2 buah majalah, dengan gambar sampul yang berbeda, katakanlah majalah a dan majalah b seperti pada gambar dibawah:
![]() |
| Majalah A |
![]() |
| Majalah B |
lantas, majalah mana yang akan dipilih? dengan melihat sampulnya, tanpa membaca isi dalamnya, sudah dapat disimpilkan bahwa si bapak itu akan memilihkan majalah B untuk anaknya yang berumur 6 tahun itu.
kasus #2:
kasus #2:
bagaimana membedakan buku pelajaran biologi untuk SMA kelas XI dan XII?
Tentu kita akan melihat pada sampulnya, karena disampul tersebut terdapat tulisan yang membedakan, mana yang untuk SMA kelas XI dan SMA Kelas XII. Cukup dengan melihat sampulnya, tak perlu membaca satu persatu materinya, lalu kita cocokkan dengan standart kompetensi yang sudah ditetapkan.
![]() |
| biologi untuk kelas XI |
![]() |
Biologi untuk kelas XII
|
untuk itu, hal pertama kali yang kita lakukan untuk mengidentifikasi sebuah buku adalah dengan melihat sampulnya.Di bagian depan terdapat judul, sedangkan di bagian belakang biasanya terdapat sinopsis atau ringkasan isi buku tersebut.
Lihatlah buku terlebih dahulu dari sampulnya. Karena sebelum membeli buku tersebut, tak mungkin kita baca terlebih dahulu dari awal hingga akhir buku tersebut. Tak perlu khawatir akan tertipu dengan sampul pada sebuah buku. Buku tuntunan sholat tidak akan menampilkan gambar umbrella girl pada sampulnya. begitu juga, majalah Playboy yang pada sampulnya menampilkan gambar-gambar seksi tidak akan menaruh halaman "tausiah ramadhan" pada isi majalahnya.
Pernah mendengar pepatah “let it flow, , biarkan semua
mengalir apa adanya”? ya, pepatah ini
memang sering digunakan anak “muda” zaman sekarang, khususnya yang lagi galau,
gak tau mau ngapain. Kira-kira begini percakapannya:
Tejo : jo, jadi
apa rencana lo selanjutnya?
Paijo : let it
flow, biarkan semua mengalir apa adanya
Kira-kira gitu deh! Nah,
disini penulis akan menganalisnya.
Pertama, perhatikan kata “flow=mengalir”. Disini berarti
kita membahas tentang zat cair (fluida).
Mari kita analisis menurut sifatnya. salah satu sifatnya zat cair mengalir dari tempat yang tinggi ke
tempat yang rendah. Mungkin ini adalah gambaran dari sifat zat cair yang mengalir dari tempat yang tinggi
ke tempat yang rendah. Wow, indah sekali…..
Dia dihadapkan dengan
situasi yang cukup sulit. Air ini terperangkap di dalam gelas. Jadi, mau
menunggu sampai kapan? Kapan air ini akan mengalir? Secara logika, air yang
terdapat didalam gelas tersebut tidak akan mengalir, kecuali dengan izin Allah
SWT.
Air itu akan tetap berada di dalam gelas, kecuali ada
keretakan pada gelas, gelas pecah, ataupun gelas didorong sampai jatuh terus
pecah terus airnya tumpah, kemungkinan air tersebut akan mengalir.
Sesuai dengan Hukum 1 Newton berbunyi: “Benda yang dalam
keadaan diam akan mempertahankan keadaannya untuk tetap diam dan benda yang
sedang bergerak lurus beraturan akan cenderung mempertahankan keadaannya untuk
bergerak lurus beraturan dalam arah yang sama selama tidak ada gaya yang
bekerja padanya”, maka kesimpulannya, untuk membuat gelas jatuh terus pecah
terus airnya tumpah sehingga air tersebut mengalir, dibutuhkan gaya yang bekerja sebesar *hitung sendiri*.
Perhatikan juga kondisi air tersebut. Apakah air tersebut
akan sampai ke tujuan? Bagaimana jika air itu terjebak di dalam selokan yang
mampet karena banyak timbunan sampahnya? Kalau air itu mengalir diatas permukaan
tanah, pakah air itu tidak akan habis karena lama kelamaan menyerap ke dalam
tanah?
Ya, itu tadi kita bicara
masalah air. Lantas bagaimana jika sesuatu yang mengalir itu bukan air?
Pasti butuh waktu yang sangat sangat sangat sangat sangat
sangat sangat sangat sangat sangat sangat sangat sangat lama untuk mengalir.
Ya, entah sampai kapan.
Untuk itu, jangan terlalu mudah untuk mengatakan” Let it flow,
biarkan semua mengalir apa adanya”. Kita harus tau, bagaimana kondisi
permasalahan kita tersebut. Jangan biarkan sesuatu mengalir, jika ia tak
mungkin mengalir.
Pesan saya, jangan biarkan air di bak kamar mandi yang sudah
terisi penuh mengalir. Segera tutup
kerannya. Jangan buang buang air, karena masih banyak saudara-saudara kita yang
kekurangan air bersih.
Apa sebenarnya yang dimaksud dengan Teknologi Informasi?
Apakah teknologi informasi itu identik dengan komputer? Apakah benar telepon
seluler juga merupakan bagian dari teknologi informasi? Pertanyaan-pertanyaan itu
sering dilontarkan dan untuk menemukan jawabannya kita perlu memahaminya. Modul
ini dikutip dari buku
Pengenalan Teknologi Informasi, Andi. Teknologi Informasi
biasa disebut TI, IT (Information Technology) atau Infotech. Berbagai definisi
teknologi informasi telah diutarakan oleh beberapa ahli, diantaranya :
Haag den Keen (1996), Teknologi Informasi adalah seperangkat
alat yang membantu anda bekerja dengan
informasi dan melakukan tugas-tugas yang berhubungan dengan pemrosesan
informasi.
Martin (1999), Teknologi Informasi tidak hanya terbatas pada
teknologi komputer (perangkat keras atau lunak) yang digunakan untuk memproses
dan menyimpan informasi, melainkan juga mencakup teknologi komunikasi untuk
mengirimkan informasi.
Williams dan Swayer (2003), Teknologi Informasi adalah
teknologi yang menggabungkan komputasi (komputer) dengan jalur komunikasi
berkecepatan tinggi yang membawa data,
suara dan video. Dari definisi diatas terlihat bahwa teknologi informasi baik
secara implisit maupun eksplisit tidak sekedar berupa tekologi komputer, tetapi
juga teknologi telekomunikasi.
Dengan kata lain, yang disebut teknologi informasi adalah
gabungan antara teknologi komputer dan telekomunikasi.
Teknologi Komputer
Teknologi komputer adalah teknologi yang berhubungan dengan
komputer, termasuk peralatan yang berhubungan dengan komputer, seperti printer,
pembaca sidik jari, danh bahkan CR-ROM.
Komputer adalah mesin serba guna yang dapat dikontroldan diprogram, digunakan
untuk mengolah data menjad iinformasi. Program adalah deretan instruksi yang
digunakan untuk mengendalikan komputer hingga komputer dapat melakukan tugasnya sesuai yang dikehendaki
oleh pembuat program. Data adalah bahan mentah bagi komputer yang dapat berupa
angka atau huruf atau simbol, sedangkan informasi adalah bentuk data yanag telah
diolah sehingga dapat menjadi bahan yang berguna untuk pengambilan keputusan.
Teknologi Komunikasi
Teknologi komunikasi atau biasa juga disebut teknologi
komunikasi adalah teknologi yang berhubungan dengan komunikasi jarak jauh.
Termasuk dalam kategori teknologi ini adalah telepon, radio dan televise
KOMPONEN SISTEM TEKNOLOGI INFORMASI
Yang dimaksud dengan sistem teknologi informasi adalah
sistem yang terbentuk sehubungan dengan penggunaan teknologi informasi. Suatu
sistem teknologi informasi pada dasarnya tidak hanya mencakup hal-hal yang
bersifat fisik, seperti komputer dan printer, tetapi juga mencakup hal-hal yang
tidak terlihat secara fisik, yaitu piranti lunak dan yang lebih penting lagi
adalah orang. Dengan kata lain, komponen utama system teknologi informasi
adalah berupa :
(1).perangkat keras (hardware)
(2).perangkat lunak (software)
(3).orang (brainware)





